MENTANG-MENTANG ORANG KAYA..! Inilah 5 Kelakuan Aneh Milyuner Zaman Now..!!


Menjadi milyuner yang bergelimang kekayaan menjadi impian banyak orang, memiliki banyak hal dan mempunyai uang untuk mewujudkan segala keinginan tentu akan sangat menyenangkan. Karena itu, banyak orang mati-matian untuk mencapainya. Mereka bekerja siang dan malam untuk mengumpulkan dan menambah pundi-pundi harta kekayaannya.

Namun tahukan Anda beberapa kelakuan unik dan menarik yang dilakukan para milyuner di dunia? Kelakuan itu terkadang begitu ekstrem dan mungkin tidak bisa diterima dengan akal sehat. Namun, yang harus diingat, dengan kemakmuran yang dimiliki, mereka memang bisa melakukan apa saja. Sejauh hal itu tidak merugikan umum dan tidak melanggar hukum, sah-sah saja mereka melakukannya. Kelakuan nyentrik para hartawan itu tentu saja sangat menarik untuk disimak. Apa sajakah itu? berikut uniknya.com
merangkum beberapa kelakuan aneh para milyuner di dunia yang tentu saja unik dan menarik.


1. Milyuner yang Mendirikan Bank Sperma Demi Ras Master

Pada tahun 1980, dokter mata Robert Graham Clark membuka sebuah bank sperma yang penuh dengan sumbangan sperma dari orang-orang di dunia yang paling cerdas. Bank sperma itu terletak di bunker bawah tanah di San Diego, didirikan untuk mengumpulkan sperma dari pemenang hadiah nobel, sehingga tempat itu diberi nama julukan bank sperma nobel. Namun, kelangkaan donor dan viabilitas rendah sperma para peraih nobel karena usia, memaksa Graham untuk memperlonggar persyaratan bagi banknya.

Criteria yang ditetapkannya banyak dan terkesan terlalu sulit, misalnya penerima sperma yang diperlukan untuk menikah, dan donor laki-laki diwajibkan untuk memiliki IQ sangat tinggi. Namun, Graham kemudian memperlunak kebijakan, sehingga tidak hanya orang-orang yang cerdas, atlet dan rohaniawan pun diperbolehkan menyumbangkan spermanya.

Pada tahun 1983, bank sperma Graham dikenal memiliki 19 donor dari orang jenius, termasuk William Bradford Shockley, peraih penghargaan nobel dalam bidang fisika dan pendukung eugenika. Dua nama anonym merupakan pemenang hadiah nobel dalam ilmu pengetahuan.

Ketika bank sperma ini tutup setelah kematian Graham pada 1999, ada 229 bayi yang ayahnya merupakan pemenang hadiah nobel. Namun, sejauh ini tak ada satupun dari anak-anak ini yang memenangkan hadiah nobel.


2. Milyarder Tunawisma

Siapa bilang hanya para gelandangan dan pengemis yang tidak memiliki rumah. Ternyata ada pula orang kaya yang hidupnya menggelandang dan sama sekali tidak memiliki tempat untuk pulang.

Nicholas Berggruen memiliki kekayaan yang bernilai milyaran dolar, tetapi ia sama sekali tidak memiliki rumah. Selama ini, ia merasa lebih nyaman tinggal di hotel karena kehilangan minat untuk memiliki sebuah tempat tinggal. Baginya rumah tidak mendatangkan kepuasan, dan justru menjadi beban.

Karena itu, ia pun menjual kondominimumnya di NY, rumah di Florida, dan mobil satu-satunya. Dia berencana meninggalkan kekayaannya dan akan menyumbangkan semua koleksi seninya untuk sebuah museum yang baru didirikan di Berlin.

Menurut Nicholas, kekayaan adalah kesan dan efek yang abadi, dan bukanlah pada kepemilikan barang. Oleh karena itu, pria yang menurut majalah Forbes memiliki kekayaan lebih dari 2 milyar dolar AS memilih menjadi tunawisma, yang tak memiliki tempat tinggal


3. Milyarder Inggris yang Mengadopsi Gaya Hidup Suku di Kenya
href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKYHMXyI0ap3Tpc_KvgJTxdqB4S-EMKMKTiYq-P-ir1CxbJbxzUugd1A3PkTEL_XLnUBUIxD0auFbYqYpLnXqKglsHdvH87lRuJZh4KJ3oG5K0KJXXVqfTb-hCdEwI7PnqPamOdX1cf8c/s1600/rich2.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;">
Graham Pendrill mengalami perubahan setelah kembali dari perjalanan ke Kenya. Ia tidak memiliki koleksi foto-foto saat berdarmawisata seperti wisatawan lain yang berfoto denga jerapah dan singa, atau cerita saat bersafari. Jutawan ini justru pulang dari Kenya dengan meraih gelar tetua dari suku Masai.

Graham Pendrill adalah orang kulit putih pertama yang mendapatkan kehormatan dari suku ini setelah menyelesaikan sengeketa antarsuku yang berpotensi menimbulkan kekerasan. Ia memeroleh gelar ini saat malakukan perjalanan selama sebulan ke negara Afrika Timur itu. Selama upacara resmi, Pendrill harus meminum air kencing banteng dan sapi yang dikorbankan untuk menghormatinya.

Sejak kembali dari Kenya, ia mengenakan pakaian masai saat datang dalam rangka bisnis di kota kelahirannya, Almondsbury, dekat Bristol, Inggris. Bujangan berusia 57 tahun ini telah diberi gelar nama Siparo yang berarti sang pemberani. Ia sering berjalan-jalan di kotanya tanpa mengenakan apa-apa selain jubah dan sandal. Menurutnya, orang sering memanggilnya eksentrik, tetapi itu tidak mengganggunya. Menurutnya, pakaian yang biasa dikenakan di rumah selama ini terasa aneh.

Pendrill yang merupakan seorang dealer barang antic, berencana menjual rumahnya yang seharga 1,2 juta poundsterling agar bisa pindah ke Kenya untuk tinggal di sebuah gubuk lumpur dengan suku Masai akhir tahun ini. Menurutnya, merupakan sebuah kehormatan menjadi seorang tetua dari salah saru suku di Kenya.


4. Perawat yang Menjadi Seorang Milyuner

Apa yang Anda lakukan bila mendapatkan hadiah 1,4 milyar rupiah. Apa yang akan Anda beli dengan uang sebanyak itu. Kebanyakan mungkin akan segera membeli barang-barang yang diimpikan, berhenti bekerja dan mencoba memutar uang hadiah itu dengan mendirikan usaha sendiri.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi seorang perawt bernama Karen Shand. Kehidupan wanita berusia 40 tahun itu berubah total setelah ia memenangkan jackpot dari sebuah acara tv. Shand memenangkan hadiah itu saat jarum putaran berhenti tepat digilirannya dan dia mampu menjawab 6 pertanyaan berturut-turut. Itu merupakan hadiah terbesar yang pernah dikucurkan dalam acara live tv saat ini, ia pun memiliki status sebagai OKB alias orang kaya baru.

Akan tetapi, meski telah menjadi orang kaya, Karen tidak berniat berhenti bekerja sebagai perawat di rumah sakit Victoria di Kirkcaldy, Fife. Ia akan tetap setia bekerja sebagai perawat di rumah sakit. Menurutnya, hadiah yang ia dapat mungkin mengubah gaya hidupnya, tetapi tidak akan mengubah dirinya.


5. Milyuner yang Memberikan Seluruh Kekayaannya Karena Tidak Bahagia

Pada masa kecilnya, Karl Rabeder sangat ingin menjadi orang kayak arena berpikir hidup akan lebih indah jika ia punya uang. Ia pun bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya itu. Akan tetapi, ketika dia menjadi kaya, Karl ternyata tidak mendapatkan kebahagiaan yang didambakannya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk memberikan semua kekayannya.

Menurut pria ini, ia tidak ingin memiliki semuanya. Baginya uang itu kontraproduktif, sehingga mencegah kebahagiaan yang akan datang. Ia pun menjual villa mewah dengan pemandang danau di pegunungan Alpen, 42 hektar real estate di Perancis, 6 glider, perabot interior dan bisnis aksesoris yang membuatnya sangat kaya.

Setelah menjual semua itu, Karl memutuskan segera angkat kaki dari rumahnya selama ini. Dia akan pindah dari istana mewahnya di Alpen ke sebuah pondok kayu kecil di pegunungan atau gubuk sederhana di Innsbruck. Seluruh kekayaan yang sangat diinginkannya pada masa kecil, disalurkan ke organisasi amal di Amerika Tengah dan Amerika Latin. Bahkan tidak ikut campur dalam pemanfaatan uang sumbangannya itu.
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==